Kamis, 02 April 2009

Kondisi Daerah Korban Galodo Sudah Membaik

Ikhwan Salim - Posmetro Padang

Dua hari pasca galodo menimpa Kabupaten Agam, kondisinya sudah membaik, terbukti dengan beberapa infrastruktur rusak sudah mulai membaik dan dua daerah terisolir sudah mulai dibuka kembali. Selain itu, dengan adanya beberapa bantuan dari berbagai pihak akan langsung disalurkan pada masyarakat yang berhak menerima. Seperti disampaikan Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Agam Martias Wanto ketika ditemui Posmetro (Group Padang-Today), Rabu (1/4) di sela-sela kunjungan ke lokasi musibah yaitu di Kecamatan Canduang dan Baso. Kalau dalam musibah galodo tersebut untuk dua Kecamatan di Kabupaten Agam ini, tidak satupun ditemukan adanya korban jiwa, termasuk rumah warga yang rusak. Cuma, disini yang rusak hanya jalan, jembatan, irigasi, sawah dan ternak. Jadi penyaluran dana, terutama bersumber dari bantuan beberapa pihak, akan langsung disalurkan pada masyarakat terkena musibah, dan diprioritaskan bagi masyarakat yang sawahnya sudah akan panen. Sebab, untuk beberapa lama, sawah mereka tidak bisa ditanami, karena masih tertimbun lumpur. Sedangkan besarnya bantuan pada masyarakat, juga berfariasi, sesuai dengan kerugian yang diderita. "Untuk sementara, pihak kecamatan masih mendata nama masyarakat yang mengalami musibah, agar tidak ditemukan masalah di lapangan, jangan sampai ada yang pantas mendapatkan bantuan malah tidak menerima,"terang Martias. Dalam waktu dekat yang perlu mendapatkan penanganan langsung yaitu adanya dua jembatan yang roboh dari sembilan lainnya yang rusak, yaitu jembatan 100 janjang dan jembatan Puti Ramuih. Sampai dua hari pasca galodo, dua jembatan tersebut sudah mulai bisa dimanfaatkan, sehingga masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah bisa bernafas lega kembali dengan lancarnya transportasi antar dua daerah. Dua jembatan ini bisa mulai dimanfaatkan masyarakat, berkat gotong royong masyarakat yang dibantu oleh pihak TNI, Polri dan Tagana Kabupaten. Khusus untuk jembatan di 100 janjang, walaupun masih darurat, tapi sudah bisa di lewati oleh kendaraan roda dua, dan untuk roda empat harus menunggu selesainya jembatan permanen. Sementara enam jembatan lainnya yang rusak, bisa dikerjakan belakangan, sebab yang rusak hanya bagian pondasinya saja dan masih bisa digunakan masyarakat untuk transportasi. Sementara itu kata Martias, sebanyak 21 irigasi yang rusak di Kecamatan Canduang dan Baso juga akan langsung ditanggulangi, dan untuk sementara Tim Teknis sudah turun ke lapangan untuk mendata secara detail tentang kerusakan yang dialami oleh masing-masing irigasi. Setelah itu selesai semua, maka akan bisa ditentukan biaya yang dibutuhkan, kalau masih bisa ditanggulangi oleh APBD Kabupaten Agam, maka akan digunakan dana tersebut. Tapi seandainya, dananya cukup besar, maka akan dicarikan biaya dalam bentuk lain. Selain itu, beberapa bantuan dari berbagai pihak juga sudah mulai berdatangan dan untuk sementara masih disimpan di dua kantor Camat daerah yang tertimpa longsor. Untuk dua kecamatan ini, terang Martias, dalam bentuk uang tunai sekitar Rp 90 juta disamping bantuan dalam bentuk lain, seperti selimut, mie instan dan lainnya yang kesemuanya akan diberikan pada masyarakat yang membutuhkan. [*]
Diambil dari padang-today

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar